Endah menorehkan canting menyelesaikan batiknya

Sidorejo, Fedep.Salatigakota. Aroma malam pewarna batik tulis menyeruak di ruang pusat informasi dan promosi umkm di Selasar Kartini, Jl Kartini Salatiga, pada senin, 9/10. Aroma itu tercium saat Endah Widiati, menggarap batiknya dengan menorehkan canting untuk mewarnai selembar kain putih yang telah diberi motif. Cenik Jegeg adalah merek yang digunakan oleh Endah untuk menami produk-produknya.

“Itu Bahasa Bali,.. ” Kata Endah ketika ditanyakan Fedep terkait asal bahasa dan makna dari kata tersebut. “Cenik itu artinya kecil. Jegeg itu artinya cantik.” Kata Endah melanjutkan penjelasannya sambil terus menorehkan cantingnya,mewarnai satu demi satu motif yang telah tergambar di lembaran kain tersebut. Cenik Jegeg Art menjadi indikasi bahwa produk cenik jegeg bukan hanya batik, tetapi produk seni lainnya.

Batik Ecoprint memakai motif dan pewarnaan dari daun

Endah memproduksi kain batiknya bersama dengan produk lain yang dikerjakan bersama suaminya. Produknya terdiri dari batik tulis, Shibori, jumputan, ecoprint dan painting. Endah menjelaskan bahwa batik tulisnya menggunakan tehnik sebagaimana batik tulis lainnya. Shibori adalah mengolah kain dengan tahnik lipatan dan tehnik pewarnaannya mirip dengan tehnik mewarnai batik.

Jumputan adalah olah kain dengan cara diikat atau dijahit.Painting yang maksud Endah adalah melukis pada selembar kain. Sedangkan ecoprint, masih menurut Endah, adalah mengolah kain menggunakan tehnik penggunaan daun dan tumbuhan sebagai motif dan pewarnaannya.

terkait dengan ciri khas, Endah menjelaskan bahwa batiknya dan produknya yang lain menggunakan motif kontemporer, dengan kata lain tidak menggunakan motif klasik yang selama ini banyak dipakai. Endah menekuni profesi di cenik jegeg ini semanjak tahun 2012. Awalnya menggeluti lukisan sepatu, membuat tas dari kain jeans, dan beberapa produk lainnya. Kemudian memasuki dunia batik hingga kini.

Pemasaran yang dilakukan oleh Cenik Jegeg lumayan tertata. Pemasaran secara tradisional dilakukan melalui pertemanan, saudara, kenalan dan mengikuti bazaar. Selain itu juga pemasaran online dilakukan melalui media sosial dan blog/website. Untuk media sosial bisa dilihat di FB dengan alamat @cenikjegegsalatiga. Untuk Instagram beralamat di @cenikjegeg. Sedangkan di blog menggunakan alamat www.cenikjegeg.wordpress.com.

Cakupan pemasaran sudah mulai meluas di luar kota. “Jakarta merupakan pasar terbanyak untuk luar kota.” Kata Endah menjelaskan. “Selain itu ada tawaran pameran di Jerman dari orang di Jogjakarta.” Katanya lebih lanjut. Kawasan Jawa Tengah juga tak luput dari area pemasaran Cenik Jegeg. “Kemarin pameran di Multinasional School Semarang. Pengajarnya banyak yang membeli untuk oleh-oleh buat kerabat mereka di Jepang..” Kata Endah. Pernah juga memasarkan ke Singapura dan Malaysia.” Katanya./jb

Kategori: Berita

Comments are closed.

Tautan

  • Website Pemerintah Kota Salatiga
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Universitas Kristen Satya Wacana