Ilustrasi rembug klaster

Sidomukti.fedep.salatigakota. Sejumlah klaster dan pejabat dari Bapelitbangda berkumpul di sebuah ruangan besar di cafe stasiun susu Sidomukti, Salatiga, Kamis, (25/6). Hadir dalam pertemuan tersebut kepala bidang kepala seksi dan sejumlah staff. pertemuan tersebut diselenggarakan dengan agenda melanjutkan kembali rembugan persiapan untuk salatiga fair yang rencananya akan di gelar di akhir bulan agustus 2017.

Dalam pertemuan tersebut direview kembali pelaksanaan pameran fedep sebelumnya yaitu sekitar dua tahun lalu. Beberapa catatan penting baik kelebihan maupun kekurangan diurai untuk mempersiapkan pelaksanaan salatiga fair agar menjadi lebih baik. Maka para peserta pun dengan bersemangat memberikan catatan, masukan, evaluasi dan sumbang saran sambil mengingat-ingat yang telah dilaksanakan dua tahun lalu.

Ada banyak hal yang diurai kembali oleh para peserta pertemuan baik dari jajaran Bapelitbangda maupun dari UMKM anggota klaster selaku yang mengikuti pameran. diataranya adalah soal stan. Ada peserta yang tidak terdaftar tetapi kemudian menempati stan pas kosong. Hal ini tentu tidak diinginkan peserta lain yang haus berbagi stan sementara tiba-tiba datang menempati stan atau berjualan di depan stan. Diharapkan hal itu tidak terulang lagi. “Ada peserta tidak terdaftar tetapi menempati stan ini tidak boleh terjadi lagi.” Kata Siti, anggota klaster kerajinan dari kawasan tingkir.

Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah koordinasi antara Bappelitbangda dengan kecamatan. ada umkm yang merasa tidak nyaman karena mendapatkan dua ajakan atau undangan mengikuti pameran yaitu dari dari Bappeda dan dari kecamatan. kejadian ini diharapkan tidak terjadi lagi sehingga pameran lancar dan tidak ada persoalan lagi terkait koordinasi. “Antara kecamatan dan bappeda berebut umkm. Ini membuat tidak enak.” Kata Mimin salah satu anggota klaster di Sidorejo.

Yang menjadi harapan untuk adanya peningkatan lainnya adalah persoalan keamanan. Adanya kejadian perusakan batik saat pameran sebelumnya rupanya masih teringat di benak anggota klaster  dan diharapkan untuk keamanan perlu ditingkatkan. Tentu kejadian perusakan seperti itu tidak pernah terduga sebelumnya bahkan mungkin oleh pihak keamanan karena itu terjadi di dalam stan.

Berkaitan dengan pelaksanaan ada gagasan untuk mempertegas konsep pameran. Hal ini untuk meningkatan performa pelaksanaan sekaligus menjadi kebanggaan bila pameran di Salatiga Fair ini nanti membawa tema tertentu dan tema tersebut disepakati oleh mayoritas UMKM anggota Fedep. Tema juga memberikan keunikan dari pameran dan menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang. Maka pembicaraan mengenai konsep pameran perlu dimatangkan.

Terkait konsep pameran,  Dicky, pengelola Stasiun Susu yang tergabung dalam klaster susu menambahkan bahwa tema juga memperjelas siapa saja yang nanti ikut dalam pameran. “Siapapun yang mengikuti pameran jangan sampai mengaburkan tema yang telah ditetapkan.” Katanya. Hal ini menganggapi terkait adanya usulan bagaimana jika nanti masih ada stan sisa dan siapa yang boleh mengisi stan tersebut.

Hal lain yang dibicarakan intens dalam pertemuan tersebut adalah soal managemen pameran. Arsa, salah satu peserta pertemuan memaparkan bahwa kemarin itu justru dari umkm kurang kelihatan. fasilitas yang diberikan panitia seperti penerangan kurang. lapangan gelap kalau malam. acara penunjang; kemarin2 terlihat dadakan. persiapannya mepet. sehingga yg menonton ya keluarganya saja. Namun rsa tidak menambahkan pameran mana yang dimaksudkan diantara beberapa pameran yang terselenggara di Lapangan Pancasila Kota Salatiga./jb

Kategori: Artikel

Comments are closed.

Tautan

  • Website Pemerintah Kota Salatiga
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Universitas Kristen Satya Wacana